Monthly Archives November 2019

3 Mitos dan 3 Fakta Tentang Kolik Bayi Semua Orang Tua Harus Tahu

Tanyakan pada orang tua dan mereka akan memberi tahu Anda, memiliki bayi adalah salah satu pengalaman paling menakutkan sekaligus paling menyenangkan sekaligus. 9 bulan menjelang kelahiran penuh dengan penemuan dan tantangan yang dapat membuat kepala wanita berputar bahkan sebelum semuanya memuncak pada kelahiran anak yang sebenarnya. Memulihkan diri sambil merawat bayi yang baru lahir bukanlah tugas yang mudah bahkan ketika ada banyak anggota keluarga yang siap dan ingin membantu. Sayangnya, beberapa orang tua mungkin harus menghadapi tantangan-tantangan ini ketika berurusan dengan kolik bayi, yang merupakan episode menangis lama yang mempengaruhi beberapa bayi. Secara umum, penyebab kondisi ini tidak diketahui. Dengan begitu banyak misteri seputar fenomena itu, tidak heran ada banyak mitos dan kesalahan informasi yang harus diselesaikan oleh orang tua. Berikut adalah 3 mitos dan 3 fakta tentang kolik bayi yang harus diketahui semua orang tua.

Mitos

1. Menangis ekstra pada bayi tidak normal.

Jika Anda mendapati diri Anda memiliki bayi yang menangis lebih dari biasanya, jangan khawatir! Semua bayi menangis, beberapa lebih dari yang lain. Hanya karena bayi Anda menangis lebih dari yang Anda harapkan tidak secara otomatis berarti ada sesuatu yang salah. Bahkan, sebagian besar bayi meningkatkan tingkat tangisan mereka setelah lahir hingga 6 hingga 8 minggu pertama dan menurun dari sana. Secara keseluruhan, bayi “kolik” masih normal dan hanya dalam kisaran atas dalam spektrum menangis.

2. Bayi Anda menderita penyakit.

Adalah umum untuk berpikir bahwa bayi yang menangis sedang sakit atau menderita semacam rasa sakit yang tak terlihat. Di masa lalu, teori umum adalah bahwa bayi yang menangis lebih banyak menderita masalah pencernaan. Pikiran umum lainnya adalah bahwa hal itu terkait dengan persalinan traumatis atau faktor rumah lainnya. Banyak orang tua yang berurusan dengan bayi kolik telah meminta nasihat medis dari dokter mereka hanya untuk terkejut bahwa bayi mereka tidak memiliki penyakit yang menonjol dan tampaknya sehat.

3. Tidak ada yang bisa dilakukan.

Karena tampaknya tidak ada bukti yang pasti tentang penyebabnya, banyak orang tua percaya pada mitos bahwa tidak ada yang dapat dilakukan untuk membantu bayi mereka berhenti menangis. Dengan lebih banyak penelitian, para dokter mulai memiliki ide-ide baru tentang cara untuk membantu orang tua dari bayi yang kolik. Bidang kedokteran Osteopathic membuat langkah dalam cara kita berpikir tentang dan mengobati kolik bayi.

Fakta

1. Mengubah pola makan terkadang bisa membantu.

Penelitian saat ini menunjukkan bahwa membuat perubahan pola makan mungkin memiliki efek positif pada bayi. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan orang tua harus berhenti minum susu sendiri atau menahan diri dari minum minuman berkafein. Ini dapat membantu mengidentifikasi alergi yang mendasarinya.

2. Itu tidak permanen.

Bayi yang menangis berlebihan masih bisa dibungkam dengan teknik yang sudah teruji waktu seperti bedong, goyang, merayu, bergoyang, atau naik mobil kuno yang bagus. Mengganti posisi menyusui, pemberian makan yang tepat setelah perawatan, dan jadwal rutin semua dapat membantu menenangkan atau mengurangi tangisan bayi.

3. Bayi yang menangis dapat membuat orang tua stres.

Bayi yang lebih banyak menangis kadang-kadang dapat membuat kecemasan, gugup, dan bahkan depresi pada orang tua. Perasaan tidak berdaya dan putus asa dapat merusak hubungan awal dengan bayi. Penting untuk merawat diri sendiri dan mengelola tingkat stres selama 6-8 minggu pertama saat menangis mungkin lebih parah. Ingat, itu normal dan tidak akan bertahan selamanya!

Dapat dimengerti bahwa kolik bayi adalah masalah yang sangat disalahpahami. Dengan penelitian hari ini dan pengetahuan medis terbaru ada solusi yang tersedia untuk orang tua yang berjuang. Orang tua harus selalu mencari nasihat medis dari dokter dan spesialis tepercaya mereka mengenai masalah ini.

Read More